Profil MMA

PROFIL

MADRASAH DINIYAH ULYA

MUALLIMIN MUALLIMAT AL HIKMAH 2

BENDA SIRAMPOG BREBES JAWA TENGAH

 

 

A.  Latar Belakang

Madrasah Diniyah Ulya Muallimin Muallimat adalah lembaga pendidikan formal pesantren Al Hikmah atau lebih dikenal dengan Madrasah Muallimin Muallimat     Al Hikmah 2 (MMA 2). Madrasah ini berdiri pada tahun 1966 M. yang diprakarsai oleh KH. Masruri Abdul Mughni sebagai pengasuh generasi ketiga sepulang dari Tambak Beras, tempat belajarnya.

Tujuan utama madrasah ini adalah membentuk para pendidik dan da’i dari kalangan laki-laki dan perempuan. Pendidikan ini dengan menggunakan metode pesantren salaf, sehingga kurikulumnya menekankan kepada ilmu-ilmu alat dan ilmu-ilmu keislaman slam. Hal ini sangat beralasan, karena seiring globalisasi pendidikan, termasuk pendidikan pesantren, telah banyak mengubah wajah dan nuansa pembelajaran di pesantren. Akibatnya banyak santri yang kerepotan dalam membaca dan memahami kitab klasik (kuning).

Namun demikian, kini Madrasah Diniyah Ulya Muallimin Muallimat Al Hikmah 2 dalam perkembangannya tetap dan selalu memperhatikan iklim dan kondisi masyarakat terhadap peran para santri. Karena itulah Madrasah Muallimin Muallimat terus melakukan inovasi-inovasi metode dan program demi mencapai harapan orang tua dan masyarakat.

Belajar di Madrasah Diniyah Ulya Muallimin Muallimat Al Hikmah 2 ditempuh selama enam tahun, dimana untuk kelas I sampai kelas III masuk dalam Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Tingkat Wustha atau setingkat MTs, dan untuk kelas IV sampai kelas VI masuk pada Pendidikan Tingkat Ulya atau setingkat dengan MA/SLTA, sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta di dalam maupun luar negeri. Hal tersebut untuk menjawab era transformasi dan komunikasi global melalui proses-proses pencerahan dengan kegiatan yang merupakan perpaduan antara ilmu-ilmu agama dengan garapan-garapan pengetahuan umum melalui program unggulan seperti bahtsul masail fiqhiyah, sastra arab, halaqah, Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) dan program spesifikasi komputer serta pelatihan-pelatihan sebagai bekal pengembangan skill siswa/siswi.

Disisi lain Madrasah Diniyah Ulya Muallimin Muallimat Al Hikmah 2 sebagai lembaga pendidikan salafiyah formal di pesantren belum mendapat apresiasi maksimal dari pemerintah baik kelengkapan saran prasarana, Bantuan Khusus Guru ( BKG ) maupun Bantuan Insentif  Guru pada Madrasah-madrasah khususnya di Madrasah Diniyah Ulya Muallimin Muallimat Alhikmah 2 Benda.

Oleh karena itu sebagai bahan pertimbangan ke depan, Madrasah Diniyah Ulya Muallimin Muallimat Al Hikmah 2 mengusulkan direalisasikannya Bantuan Insentif Guru pada Madrasah Diniyah Ulya Muallimin Muallimat Al Hikmah 2 Tingkat Wustha dan Tinggkat Ulya. Karena sejak berdiri tahun 1966 sampai sekarang belum mendapat bantuan anggaran dari APBD mauapun dari APBN.

 

B. Program Kependididikan

Untuk memenuhi target dan cita-cita pendirinya, Madrasah Muallimin Muallimat    Al Hikmah 2 (MMA 2) mengadakan kegiatan-kegiatan khusus :

1. Musyawarah dan Bahtsul Masail Fiqhiyyah

a.   Musyawarah Harian

Program ini adalah program wajib bagi semua siswa. Kegiatan ini dilakukan setiap hari dari pukul 16.00 sampai dengan 17.30, dengan cara menunjuk seorang siswa untuk setiap pelajaran agar menjadi pembaca dan dilanjutkan dengan munaqasyah (diskusi).

b.   Bahtsul Masail Fiqhiyyah

Adalah program penunjang dalam memupuk kekritisan dan ketajaman pemikiran keagamaan siswa. Dengan program ini diharapkan semua siswa bisa menyelesaikan masalah-masalah keagamaan dengan bijak dan maslahat.

2.  Hafalan nadzam Ilmu Nahwu

Ilmu Nahwu dan Sharaf ibarat ayah dan ibu semua ilmu agama. Maka,  MMA  2 sangat menekankan keberhasilan siswa dalam memahami kedua ilmu itu dengan cara menghapalkannya.

Di samping pemahaman rutin yang harus dikuasai oleh siswa dalam setiap pelajaran, menghafal nadzam-nadzam ini, kini ditetapkan sebagai syarat kenaikan kelas dan kelulusan. Berikut hafalan yang menjadi syarat kenaikan dan kelulusan :

Kelas  I            : Nadzam Hidayat al Sibyan

Kelas II           : Nadzam ‘Imrithy

Kelas III          : Nadzam Alfiyyah Ibn Malik 1-350 bait

Kelas IV          : Nadzam Alfiyyah Ibn Malik 350-700

Kelas V           : Nadzam Alfiyyah Ibn Malik 701-1000

Kelas VI          : Nadzam Alfiyyah Ibn Malik 1000 bait

 

Muhafadzah ini terus dilaksanakan secara massal (kubro) dari tingkat SP (Sekolah Persiapan) sampai kelas VI (enam).

3. Ekstra Kurikuler

a.   Komputer

Sekalipun madrasah salaf, tetapi kami menginginkan lulusan MMA  2 sejajar dengan lulusan sekolah lain. Karena itulah mulai Tahun Ajaran 2005/2006 dibuka program spesifikasi Komputer.

Sehingga dalam hal ini kami punya semangat : Mengaji, sekolah sambil kursus, bukan sebaliknya. Karena kalau dibalik akan menghancurkan nilai-nilai kepesantrenan dan sekaligus merubah posisi pesantren menjdi kos-kosan seperti yang banyak dilakukan lembaga lain.

b.  Pelatihan dan Seminar

Untuk menambah dan menguatkan keterpaduan/kemampuan ilmu agama dengan ilmu kemasyarakatan yang lebih aplikatif, MMA 2 membuat program pelatihan para da’i/daiyah, pelatihan jurnalistik, retorika, protokoler dan pelatihan-pelatihan yang diprogram minimal tiga bulan sekali atau empat kali dalam satu tahun.

4. Diskusi dan Halaqah

Program ini bertujuan untuk membekali para siswa dengan ketrampilan dan wawasan keilmuan, maka mulai tahun 2005-2006 MMA 2 membuat program dan kegiatan bulanan yaitu diskusi dan halaqah.

Diskusi ini mendatangkan nara sumber atau tutor dari luar pesantren dan dengan tema yang berbeda, seperti Leadership, Sosiologi Dakwah, Retorika Dakwah, Psikologi Dakwah, Islam dan pemberdayaan perempuan (Gender), Relasi hidup sehat wanita dan prestasi belajar, Kemasyarakatan dan lain-lain.

5. Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP)

Lembaga yang didirikan  tahun 2006 oleh alumni dan OSIS MMA memiliki cita-cita dan semangat tinggi dalam bidang dakwah dan pemberdayaan perempuan dalam bidang dakwah dan pendidikan.

Ide itu lahir karena banyaknya alumni MMA 2 yang memiliki kemampuan Ilmu Agama, tapi tidak mau tampil di masyarakat. Sementara soal ‘keperempuanan‘ masa kini semakin komplek dan sangat membutuhkan wadah penyelesaian.

Karena itulah, lembaga ini dibentuk sebagai ajang shilaturrahmi dan media dakwah alumni MMA di daerah masing-masing.

Dan di Madrasah lembaga ini dikelola oleh OSIS dengan mengadakan halaqah, diskusi dan seminar seputar fikih wanita di sekolah-sekolah formal baik negeri maupun swasta dan organisasi wanita di wilayah Brebes dan sekitarnya.

C.  Metode dan Waktu Belajar

a.   Metode Belajar

Metode belajar di MMA adalah metode wetonan seperti pada umumnya pesantren salaf  ; guru membaca, murid ngabsahi (memberi makna). Dan melalui metode sorogan ; murid membaca teks dan memaknai setiap kata di depan ustadz atau guru.

Dan dalam setiap belajar guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerangkan pelajarannya. Hal ini bertujuan untuk menilai kemampuan dan kebenaran pemahaman siswa.

b.   Waktu Belajar

07.00 – 07.30              Muhafadzah Imrity/Alfiyah

(Membaca Al Qur’an : Sabtu dan Kamis)

07.30 – 12.15              Kegiatan belajar Mengajar (KBM)

12.00 – 13.30 Spesifikasi Komputer

16.00 – 17.30              Musyawarah

08.00 – 10.00              Muhafadzah Umum  kelas I – VI (setiap Jumat pagi)

Dengan demikian MMA adalah satu-satunya sekolah yang masuk paling pagi dan mewajibkan membaca Al Qur’an sebelum belajar.